widget:

Sabtu, 11 Oktober 2014

Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 tentang Kepramukaan

Berkenan dengan telah ditetapkannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Silahkan Kakak-kakak download Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 Tentang Kepramukaan

Kepramukaan Jadi Ekstrakulikuler Wajib Sekolah

Kwarcab Simeulue - Kegiatan Pramuka merupakan ekstra kurikuler wajib pada kurikulum 2013, sesuai dengan Permendikbud No 81 A Tahun 2013 tentang implementasi kurikulum. Salinan Permendikbud Nomor 81 A Tahun 2013 ini dapat kakak-kakak unduh dibawah ini.

PERMENDIKBUD NOMOR 81 A TAHUN 2013

Lampiran 1.  Pedoman Penyusunan dan Pengelolaan KTSP
Lampiran 2.  Pedoman Pengembangan Muatan Lokal
Lampiran 3.  Pedoman Kegiatan Ekstrakurikuler  <<< Tentang Pramuka disini.
Lampiran 4.  Pedoman Umum Pembelajaran
Lampiran 5.  Pedoman Evaluasi Kurikulum 

 

Kamis, 21 November 2013

Apa Sih Maknanya Penjelajahan Beregu Pramuka?

Kwarcab Simeulue - Dalam suatu penjelajahan atau lintas alam pada umumnya dikonsentrasikan pada kegiatan “Survival Training” yang penuh haling rintang untuk memberikan pengalaman bagaimana merasakan suatu keberhasilan melintasi haling rintang yang menghadang.
Penjelajahan atau lintas alam bagi pramuka merupakan suatu kegiatan di alam terbuka yang menarik, menyenangkan dan menantang yang dapat mengembangkan kecintaan terhadap alam dan menambah wawasan tentang lingkungan.
Pesdik Gudep 01-027/01-028 (SMP Negeri 1 Simeulue Timur)
Melatih kekompakan beregu


Adik-adik memasuki POS penjelajahan
Kegiatan penjelajahan beregu biasanya dirancang sedemikian rupa berupa kegiatan keterampilan kepramukaan yang tidak menjemukan bagi peserta didik.

Kegiatan penejelajahan tersebut antara lain :
  1. Membaca Peta Medan / Topografi
  2. Menggunakan Kompas
  3. Membuat Peta Pita atau Peta Perjalanan
  4. Memecahkan Sandi dan Isyarat
  5. Membaca Tanda Jejak
  6. Menaksir
  7. Membuat Panorama Sket
  8. Praktek P3K/ PPGD
  9. Melintasi Halang Rintang
Dalam melaksanakan tugas diperjalanan selam penjelajahan akan terjadi penerapan dan pengembangan :
  1. Kepemimpinan
  2. Sikap Demokratis
  3. Kekompakan Kerja
  4. Kematangan Berfikir
  5. Kemandirian
  6. Kepercayaan Diri
  7. Keterampilan dan Ketangkasan
  8. Administrasi dan Pembagian Tugas
  9. Pengetahuan dan Pengalaman
  10. Bersiap memasuki pos
Ayo adik-adik semngat
Dengan demikian penjelajahan sekaligus dapat mengembangkan keterampilan manajerial, keterampilan bergaul, keterampilan intelektual, keerampilan emosional, keterampilan sosial, keterampilan spiritual dan keterampilan fisik. Kegiatan Penjelajahan harus memperhatikan / memperhitungkan adanya : tingkat keselamatan peserta, tingkat kesulitan yang dihadapi peserta, petugas – petugas pos hendaknya bersikap mendidik dan ramah.

Lihat siapa adik-adik? Ayo fokus ke depan

Maju jalan!

Kembali ke pangkalan

Senin, 18 November 2013

Kak Azrul Azwar: Tidak Perlu Dipersoalkan Wajib atau Tidak Wajib, Saatnya Berpikir Bagaimana Gudep di Sekolah Itu Jalan

Kebijakan ekstrakurikuler wajib yang disampaikan pemerintah, terlepas dari banyaknya polemik tentang itu, kebijakan tersebut merupakan pengakuan yang sangat besar dari pemerintah tentang pentingnya Gerakan Pramuka. 
Oleh karenanya kepada seluruh jajaran Pramuka, tidak perlu mempersoalkan wajib atau tidak wajib, semuanya tak ada gunanya kalau Gugus Depan yang berpangkalan di sekolah itu tidak jalan bahkan menjadi bumerang bagi Gerakan Pramuka.
Kita tidak mempersoalkan wajib atau tidak wajib karena yang kita lakukan adalah bagaimana kegiatan gugus depan yang berpangkalan di sekolah itu aktih dengan sagala fasilitas yang tersedia dan berjalan baik kata Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka saat acara penandatanganan Memorium of Understanding (MoU) dengan Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) tanggal 11 November 2013 di Auditorium Kwarnas Gerakan Pramuka, Jakarta.
Menurut Kak Azrul ada dua langkah untuk menciptakan agar gugus depan yang berpangkalan di sekolah itu tidak dipandang sebelah mata oleh siswanya tapi menjadi sebuah kebanggaan ketika yang terdaftar sebagai anggota Gerakan Pramuka, seperti membuat suasana yang menarik, menampilkan kegiatan yang disukai kaum muda banyakan, inilah yang kita sebut kebijakan pull factor
Langkah kedua adalah push factor, yaitu menciptakan lingkungan sekolah menguntungkan dengan mengakreditasi aktifitas Gerakan Pramuka.
Untuk itu tegas Kakwarnas penandatangan MoU ini mempunyai nilai yang sangat penting dan strategis dalam menyusun kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan.
Sementara itu, Ketua Umum AKSI, Drs. Cucu Saputra, M.P.d mengatakan keberadaan Gerakan Pramuka di lingkungan sekolah betul-betul mendapat perhatian bahkan jauh dari itu menjadi komitmen kami dari kepala sekolah untuk mensuport keberadaan gugus depan yang berpangkalan di sekolah.
Karena sangat berbahaya, Gerakan Pramuka sebagai wadah/tempat penempahan diri, membina karekter anak muda bangsa itu tidak mendapat respon yang baik dari kepala sekolah, maka kegiatan gugus depan itu akan mati suri, pungkas Kak Cucu.
Oleh kerana itu dengan penandatangan naskah kerjasama ini, kami dari para kepala sekolah akan lebih proaktif secara sporadis mengambil langkah-langkah untuk mengoptimalkan peran dan fungsi gugus depan yang berpangkalan di sekolah agar lebih menarik dan diminati para siswanya, imbuhnya.
Kerjasama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dengan AKSI ini dalam rangka membangun kerja sama yang sinergis terhadap pelaksanaan pendidikan karakter anak bangsa melalui pendidikan kepramukaan agar tercipta generasi muda yang unggul.